Selasa, 28 Mei 2013

DPP PKS Larang Kader Komentar

Mukomuko (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera melarang kader partainya di tingkat daerah mengomentari permasalahan yang melanda partai itu. 
"Kami tidak boleh berkomentar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), urusan partai di pusat biarlah menjadi urusan mereka," kata Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Mukomuko, H Tarmiji, di Mukomuko, Selasa. 
Tarmiji yang juga anggota DPRD setempat menyatakan tidak ingin dengan memberikan komentar terkait permasalahan yang dihadapi partai itu, membuat posisinya di partai semakin terpojok. 
"Kalau soal permasalahan di pusat sebaiknya kami tidak berkomentar ketimbang melanggar kode etik dan akhirnya ada sanksi pemberhentian antar waktu (PAW)," katanya. 
Kecuali, kata dia, komentar tentang kondisi PKS di daerah itu dengan adanya permasalahan partai itu di tingkat pusat. 
Menurut dia, kader PKS di daerah itu tidak terpengaruh dengan permasalahan pengurus partai itu di pusat. 
"Tidak ada pengaruh dengan kader PKS di Mukomuko, urusan pusat silakan pusat yang mengurus," ungkapnya. 
Dalam rapat koordinasi belum lama ini lanjutnya, kader PKS terutama mereka yang jadi calon legislatif tetap pada posisi awalnya sebagai kader partai itu. 
Begitu juga kata dia, dengan simpatisan partai itu yang tersebar di tiga daerah pemilihan, tidak terpengaruh dengan persoalan tersebut. Kader dan simpatisan tidak mau tahu urusan di pusat. 
"Efeknya terlalu kecil sehingga tidak begitu berpengaruh dengan suara PKS di Mukomuko," katanya optimis. 
Selain itu, kata dia, warga setempat juga tidak begitu terpengaruh dengan persoalan itu karena kader PKS masih dipercaya untuk mengisi beberapa kegiatan keagamaan saat bulan Ramaghan. 
"Ini tandanya jika warga setempat itu masih percaya dengan keberadaan PKS di Mukomuko," ungkapnya menambahkan. 
Termasuk juga, tambahnya, sebuah stasiun radio juga mengajak PKS untuk mengisi acara saat bulan Ramadhan. 
Terkait permasalahan hukum yang dihadapi kader PKS di pusat, menurut dia, ibarat sebuah pohon besar yang tumbuh subur, semakin tinggi pohon tersebut maka semakin kencang anginnya. 
Namun, ia menyatakan, tidak ingin terlalu jauh berkomentar terkait permasalahan yang melanda kader partai itu di pusat.(rr)


0 komentar:

Poskan Komentar

translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF