Kamis, 23 Mei 2013

Semarak Harlah NU Ke-90







Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperingati hari lahir ke-90 organisasinya. Peringatan harlah ke-90 NU rencananya dilangsungkan di Gedung Pegadaian Pusat, Jalan Kramat Raya nomor 162, Jakarta Pusat, Senin (27/5).





Peringatan harlah ke-90 NU dimulai dengan kegiatan pengkhataman Al-Quran yang berlangsung sejak 06.00 hingga 17.00 oleh tim Jam‘iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH). Sementara kegiatan seremonialnya dimulai sejak pukul 19.00.





Kegiatan tahlil dan doa bersama mengawali seremonial harlah ke-90 NU. Tahlil dan doa dipimpin langsung seorang Rais Syuriah PBNU KH Syaifuddin Amsir. Sedangkan pidato harlah disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.



Peringatan harlah NU tahun ini mengambil tajuk, ’90 Tahun NU Berkhidmat Kepada Umat, Berbakti Kepada Negeri’. Sedangkan taushiyah harlah ke-90 NU akan disampaikan oleh Rais Aam KH M Ahmad Sahal Mahfudz.



Peringatan harlah NU ditandai dengan pemotongan tumpeng. Di akhir acara, paara hadirin rencananya akan dihibur dengan tayangan film ‘Sang Kiai’ yang menampilkan peran pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy‘ari dan NU dalam peristiwa bersejarah 10 November 1945.






Hari peringatan bertepatan dengan tanggal 17 Rajab 1434 H, selisih sehari dengan tanggal lahir NU yang jatuh pada 16 Rajab. Warga NU umumnya memperingati dua harlah NU baik mengikut penanggalan Hijriyah maupun Masehi yang jatuh pada 31 Januari.


Sementara itu sejumlah 26 pelukis jawa timur juga ikut meramaikan acara Pameran lukisan dan Lukisan Kaligrafi yang diadakan oleh Lembaga seni budaya muslim indonesia (Lesbumi) Jatim di lantai dasar Lippo Plaza (ex Sitos) Sidoarjo Senin (13/05/2013). Ini dalam rangka memperingati HARLAH NU ke 90 tahun dan Prakonferwil NU Jatim 2013.


Menurut Nonot Sukrasmono acara tersebut merupakan salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan dan wadah kreatifitas bagi seniman NU jatim. ada banyak lukisan dari berbagai aliran dipamerkan dalam acara tersebut. dari pantauan Sidoarjonews.com, ada lukisan beberapa tokoh NU yang ikut dipamerkan diantarnya Gus Dur , KH Said Aqil, KH Hasyim Asy’ari dan KH Abd Wahab H.


“Lesbumi ingin melestarikan dan melindungi budaya kultur, antara budaya lokal dan budaya islam bisa tumbuh bersama” ungkapnya senin malam (13/05/2013) saat pembukaan.


Pameran yang berlangsung mulai tanggal 13-18 mei ini dibuka langsung oleh ketua PWNU jatim KH Mutawakil Alallah. dan juga dihadiri oleh ketua DPP PKNU Choirul Anam. dalam sambutannya ketua PWNU sangat mendukung acara tersebut karena menurutnya seni juga merupakan salah media untuk menegakkan kebenaran dan berdakwah.


“Orang yang hatinya tidak tersentuh oleh seni, berarti hatinya telah mati”tuturnya saat sambutan dengan mengutip dari Imam Ghozali.


Sejumlah lukisan yang dipamerkan itu, juga akan kembali dipamerkan dalam acara Tadarus seni yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) pada bulan juni nanti.

0 komentar:

Poskan Komentar

translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF