For more action

Selamat menjelajah di blog kami.

Life is adventure

Berjuanglah untuk hidupmu karena hanya kamu yang dapat memperjuangkan kehidupanmu.

More power

Kesuksesan itu bertahap, dimulai dari kegagalan hingga tercapai suatu kesuksesan.

Life is enjoy

Kehidupan itu relatif, tergantung bagaimana kita menikmatinya.

Tentang kami

Berlari mengejar mimpi

Rabu, 05 Juni 2013

Buah Obat Penyakit Gula Darah

Ada banyak bahan alami yang bisa digunakan sebagai obat penyakit gula darah diantaranya adalah kulit manggis, daun sirsak, bunga rosella.

Berikut adalah penjelasan mengenai obat penyakit gula darah yang bisa Anda manfaatkan sebagai media pengobatan alternatif:

Kulit manggis

Manfaat kulit manggis bagi penderita penyakit gula darah adalah untuk menurunkan kadar gula dalam darah yang disebabkan karena tidak berfungsinya organ pankreas. Kulit manggis mengandung zat xanthone yang sangat baik untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, maka salah satu manfaat kulit manggis disini adalah untuk mengurangi resistensi insulin pada penderita gula darah. Xanthone dan flavonoid yang terdapat di  dalam dalam kulit manggis bersifat antioksidan.
Antioksidan super ini melindungi serta mencegah sel beta pankreas rusak akibat radikal bebas. Sel tersebut akan mengalami regenerasi sehingga kembali memproduksi insulin yang cukup untuk menurunkan gula darah. Sebagai senyawa antioksidan yang sangat diperlukan oleh tubuh, maka ekstrak kulit manggis pun berkhasiat sebagai anti radang, anti bakteri, dan juga sebagai anti kanker. Pada penderita diabetes, organ pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin secara normal.

Daun Sirsak

Seorang ahli kesehatan menyatakan bahwa manfaat daun sirsak untuk penderita diabetes masih belum teruji secara klinis. Jadi penelitian tersebut masih tergolong baru dan masih harus dilakukan uji coba lebih lanjut. Tetapi dalam banyak penelitian secara medis berhasil menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat meningkatkan fungsi dari sel beta pankreas yang menghasilkan fungsi insulin. Maka karena itu penelitian ini memberikan satu harapan baik bagi para penderita diabetes di Indonesia yang kini jumlahnya sudah mencapai angka 21,3 juta orang. Kita berdoa mudah-mudahan saja pra ilmuan mampu mengembangkan hasil penelitiannya ini.

Bunga Rosella

Penelitian yang dilakukan oleh Ir Didah Nur Faridah MSi, periset Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, menunjukkan bahwa kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak rosela terdiri atas senyawa gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin yang mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif (akibat proses penuaan) seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak.


Diantara bahan-bahan tersebut masih banyak lagi buah-buahan yang dapat kita gunakan untuk menyembuhkan penyakit gula darah. Hidup sehat adalah cara terbaik untuk menghindari penyakit, ingat "Mencegah lebih baik daripada mengobati".

Jenderal Abdul Haris Nasution

Wacanakerja.blogspot.com

Nama Lengkap  : A. H. Nasution
Alias  : Abdul Haris Nasution | Pak Nas | AH Nasution
Profesi  : -
Agama  : Islam
Tempat Lahir  : Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara
Tanggal Lahir  : Selasa, 3 Desember 1918
Hobby  : Membaca | Bermain tenis
Warga Negara  : Indonesia


Anak  : Hendrianti Saharah, Ade Irma Suryani
Istri  : Johanna Sunarti


BIOGRAFI 

Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya dalam perang melawan penjajahan Belanda yang tertuang dalam buku yang beliau tulis berjudul "Strategy of Guerrilla Warfare". Buku yang kini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing dan menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite bagi militer dunia, West Point Amerika Serikat.

Meski pernah menuai kecaman atas perannya sebagai konseptor Dwi Fungsi ABRI yang dikutuk di era reformasi, jasa besar beliau tak dapat dilepaskan dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI hingga masa Orde Baru. Dwi Fungsi ABRI akhirnya dihapus karena desakan gerakan reformasi tahun 1998. Dwi Fungsi ABRI dianggap sebagai  legalitas tentara untuk campur tangan dengan urusan politik di Indonesia sehingga memunculkan pemerintahan otoriter dan represif.

Sejak kecil, Pak Nas senang membaca cerita sejarah. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini melahap buku-buku sejarah, dari Nabi Muhammad SAW sampai perang kemerdekaan Belanda dan Prancis. Lulus dari AMS-B (SMA Paspal) pada 1938, beliau menjadi guru di Bengkulu dan Palembang. Tetapi kemudian beliau tertarik masuk Akademi Militer. Dalam Revolusi Kemerdekaan I (1946-1948), beliau diberi wewenang untuk memimpin Divisi Siliwangi. Ketika itulah muncul ide tentang perang gerilya sebagai bentuk perang rakyat. Metode perang ini dikembangkan setelah Pak Nas menjadi Panglima Komando Jawa dalam masa Revolusi Kemerdekaan II (948-1949).

Tahun 1948, Pak Nas memimpin pasukan Siliwangi yang menumpas pemberontakan PKI di Madiun. Ia nyaris tewas bersama mendiang putrinya, Ade Irma yang tewas tertembak di rumahnya ketika pemberontakan PKI (G-30-S) meletus kembali tahun 1965. Meskipun sangat mengagumi Bung Karno, kedua tokoh besar itu nyatanya sering berselisih paham. Pak Nas menganggap Bung Karno intervensi dan bias ketika terjadi pergolakan internal Angkatan Darat tahun 1952. Dalam "Peristiwa 17 Oktober”, yang menuntut pembubaran DPRS dan pembentukan DPR baru, Pak Nas dituding hendak melakukan kudeta terhadap presiden RI yang berujung Bung Karno memberhentikannya sebagai KSAD.
Setelah akur kembali, Pak Nas diangkat sebagai KSAD pada tahun 1955 setelah meletusnya pemberontakan PRRI/Permesta. Pak Nas dipercaya Bung Karno sebagai co-formatur pembentukan Kabinet Karya dan Kabinet Kerja. Keduanya tidak akur lagi usai pembebasan Irian Barat lantaran sikap politik Bung Karno yang cenderung pro-PKI. Dia merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean

Usai tugas memimpin MPRS tahun 1972, jenderal besar yang pernah 13 tahun duduk di posisi kunci TNI ini, menepi dari panggung kekuasaan. pak Nas lalu menyibukkan diri menulis memoar. Sampai pertengahan 1986, lima dari tujuh jilid memoar perjuangan beliau telah beredar. Kelima memoarnya, Kenangan Masa Muda, Kenangan Masa Gerilya, Memenuhi Panggilan Tugas, Masa Pancaroba, dan Masa Orla. Selain itu beliau juga menulis buku dan memoar berjudul Masa Kebangkitan Orba dan Masa Purnawirawan, Pokok-Pokok Gerilya, TNI (dua jilid), dan Sekitar Perang Kemerdekaan (11 jilid). Jenderal Besar Nasution menghembuskan nafas terakhir di RS Gatot Subroto, pukul 07.30 WIB (9/9-2000), pada bulan yang sama ia masuk daftar PKI untuk dibunuh.

Jendral yang merupakan salah satu dari tiga jendral yang berpangkat bintang lima di Indonesia ini sedari kecil hidup sederhana, dan beliau tak mewariskan harta pada keluarganya, kecuali kekayaan pengalaman dalam perjuangan dan idealisme. Rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, tetap tampak kusam, hingga kini tak pernah direnovasi.

PENDIDIKAN

• HIS, Yogyakarta (1932)
• HIK, Yogyakarta (1935)
• AMS Bagian B, Jakarta (1938)
• Akademi Militer, Bandung (1942)
• Doktor HC dari Universitas Islam Sumatera Utara, Medan (Ilmu Ketatanegaraan, 1962)
• Universitas Padjadjaran, Bandung (Ilmu Politik, 1962)
• Universitas Andalas, Padang (Ilmu Negara 1962)
• Universitas Mindanao, Filipina (1971)


PENGHARGAAN

• 1997 dianugerahi pangkat Jendral Besar bintang lima

KARIR

• Guru di Bengkulu (1938)
• Guru di Palembang (1939-1940)
• Pegawai Kotapraja Bandung (1943)
• Dan Divisi III TKR/TRI, Bandung (1945-1946)
• Dan Divisi I Siliwangi, Bandung (1946-1948)
• Wakil Panglima Besar/Kepala Staf Operasi MBAP, Yogyakarta (1948)
• Panglima Komando Jawa (1948-1949)
• KSAD (1949-1952 dan 1955-1962)
• Ketua Gabungan Kepala Staf (1955-1959)
• Menteri Keamanan Nasional/Menko Polkam (1959-1966)
• Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (1962-1963 dan 1965)
• Ketua MPRS (1966-1972)

sumber :
http://klimg.com/merdeka.com/media/i/a/logo.png

Selasa, 04 Juni 2013

Abdul Halim Perdana Kusuma

Wacanakerja.blogspot.com


Nama Lengkap : Abdul Halim Perdana Kusuma
Alias : Halim Perdanakusuma
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Sampang, Madura, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Rabu, 8 November 1922
Warga Negara : Indonesia


BIOGRAFI

Abdul Halim Perdanakusuma, atau lebih dikenal sebagai Halim Perdanakusuma, adalah putra asli Sampang, Madura  yang telah dinobatkan menjadi salah satu pahlawan Nasional Indonesia. Lahir pada 18 November 1922, beliau menempuh pendidikan dasar (HIS) dan menengah pertama (MULO) di tempat asalnya sebelum kemudian melanjutkan ke Sekolah Pamong Praja (MOSVIA) di Magelang yang hanya ditempuhnya sampai tingkat II.

Pada saat penjajahan Jepang tahun 1942, ia tengah menjalani training navigasi oleh angkatan udara Kanada di Inggris. Sebagai bagian dari training tersebut, ia telah menerbangkan 44 misi di Eropa, termasuk menerbangkan Avro Lancaster dalam pemboman pada tentara NAZI di Jerman. Sekembalinya ke tanah air pada tahun 1946, beliau bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan terlibat dalam berbagai misi penting dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Beliau ikut serta dalam penerbangan percobaan pesawat AURI bermotor satu pada tanggal 23 April 1946 di udara Jakarta, lalu terbang ke arah timur dengan tujuan pendaratan di Sumenep dan Malang. Halim juga dipercaya untuk memimpin operasi pemboman ke Kota Ambarawa, Salatiga dan Semarang yang kala itu diduduki Belanda.

Kepiawaiannya dalam menjalankan tugas membawa Halim Perdanakusuma dipromosikan menjadi Komodor, dan ditugaskan untuk mendirikan cabang AURI di Bukittinggi, Sumatera Barat pada awal tahun 1947.

Pada tanggal 17 Oktober 1947, beliau memimpin pasukan penerjun di Kalimantan. Kemudian tanggal 14 Desember 1947 beliau kembali ditugaskan untuk terbang dengan AVRON ANSON RI-003 dari Thailand ke Indonesia bersama Opsir Iswahyudi untuk mengambil obat-obatan. Di daerah Labuhan Bilik Besar, Pantai Lumut, Malaysia, udara sangat buruk menyebabkan sayap pesawat patah dan kemudian meledak. Keduanya gugur dalam tugas dan jenazahnya dimakamkan di Malaysia, hingga pada tanggal 10 Nopember 1975 kerangka jenazahnya dipindahkan ke Indonesia dan dimakamkan di TMP Nasional Kalibata.

Beliau dianugerahi gelar pahlawan nasional dengan SK Presiden NO. 063/TK/1975 pada 9 agustus 1975. Untuk mengenang jasa beliau, pemerintah mengabadikan namanya pada sebuah lapangan udara militer di Jakarta, yang kini kita kenal sebagai lapangan udara Halim Perdanakusuma.


PENDIDIKAN

  •     Sekolah Dasar (HIS), ELS,
  •     Sekolah Menengah Pertama MULO,
  •     MOSVIA (Sekolah Pamong Praja) di Magelang hanya sampai tingkat II,
  •     Training navigasi bersama Royal Canadian Air Force di Inggris (1942)


KARIR

  •     1946: Anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
  •     1947: Dipromosikan menjadi Komodor, ditugaskan untuk mendirikan cabang AURI di Bukittinggi
  •     1947: Wakil II kepala staf AURI dengan pangkat Komodor Muda


PENGHARGAAN

  •     1975: Gelar pahlawan nasional RI dengan SK Presiden No 063/TK/1975

 http://klimg.com/merdeka.com/media/i/a/logo.png

Rabu, 29 Mei 2013

Ibnu Al-Baitar (1197–1248) M

Wacanakerja.blogspot.com
Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi atau yang lebih dikenal sebagai Ibnu  . Dia dikenal sebagai ahli botani (tetumbuhan) dan farmasi (obat-obatan) pada abad pertengahan. Dilahirkan pada akhir abad 12 di kota Malaga (Spanyol), Ibnu Al-Baitar menghabiskan masa kecilnya di tanah Andalusia tersebut.
Minatnya pada tumbuh-tumbuhan sudah tertanah semenjak kecil. Beranjak dewasa, dia pun belajar banyak mengenai ilmu botani kepada Abu al-Abbas al-Nabati yang pada masa itu merupakan ahli botani terkemuka. Dari sinilah, al-Baitar pun lantas banyak berkelana untuk mengumpulkan beraneka ragam jenis tumbuhan.

Tahun 1219 dia meninggalkan Spanyol untuk sebuah ekspedisi mencari ragam tumbuhan. Bersama beberapa pembantunya, al-Baitar menyusuri sepanjang pantai utara Afrika dan Asia Timur Jauh. Tidak diketahui apakah jalan darat atau laut yang dilalui, namun lokasi utama yang pernah disinggahi antara lain Bugia, Qastantunia (Konstantinopel), Tunisia, Tripoli, Barqa dan Adalia.

Setelah tahun 1224 al-Baitar bekerja untuk al-Kamil, gubernur Mesir, dan dipercaya menjadi kepala ahli tanaman obat. Tahun 1227, al-Kamil meluaskan kekuasaannya hingga Damaskus dan al-Baitar selalu menyertainya di setiap perjalanan. Ini sekaligus dimanfaatkan untuk banyak mengumpulkan tumbuhan. Ketika tinggal beberapa tahun di Suriah, Al-Baitar berkesempatan mengadakan penelitian tumbuhan di area yang sangat luas, termasuk Saudi Arabia dan Palestina, di mana dia sanggup mengumpulkan tanaman dari sejumlah lokasi di sana.

Sumbangsih utama Al-Baitar adalah Kitab al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrada. Buku ini sangat populer dan merupakan kitab paling terkemuka mengenai tumbuhan dan kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab ini menjadi rujukan para ahli tumbuhan dan obat-obatan hingga abad 16. Ensiklopedia tumbuhan yang ada dalam kitab ini mencakup 1.400 item, terbanyak adalah tumbuhan obat dan sayur mayur termasuk 200 tumbuhan yang sebelumnya tidak diketahui jenisnya. Kitab tersebut pun dirujuk oleh 150 penulis, kebanyakan asal Arab, dan dikutip oleh lebih dari 20 ilmuwan Yunani sebelum diterjemahkan ke bahasa Latin serta dipublikasikan tahun 1758 M.

Karya fenomenal kedua Al-Baitar adalah Kitab al-Mughni fi al-Adwiya al-Mufrada yakni ensiklopedia obat-obatan. Obat bius masuk dalam daftar obat terapetik. Ditambah pula dengan 20 bab tentang beragam khasiat tanaman yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Pada masalah pembedahan yang dibahas dalam kitab ini, Al-Baitar banyak dikutip sebagai ahli bedah Muslim ternama, Abul Qasim Zahrawi. Selain bahasa Arab, Baitar pun kerap memberikan nama Latin dan Yunani kepada tumbuhan, serta memberikan transfer pengetahuan.

Kontribusi Al-Baitar tersebut merupakan hasil observasi, penelitian serta pengklasifikasian selama bertahun-tahun. Dan karyanya tersebut di kemudian hari amat mempengaruhi perkembangan ilmu botani dan kedokteran baik di Eropa maupun Asia. Meski karyanya yang lain yakni kitab Al-Jami baru diterjemahkan dan dipublikasikan ke dalam bahasa asing, namun banyak ilmuwan telah lama mempelajari bahasan-bahasan dalam kitab ini dan memanfaatkannya bagi kepentingan umat manusia.

Selasa, 28 Mei 2013

DPP PKS Larang Kader Komentar

Mukomuko (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera melarang kader partainya di tingkat daerah mengomentari permasalahan yang melanda partai itu. 
"Kami tidak boleh berkomentar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), urusan partai di pusat biarlah menjadi urusan mereka," kata Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Mukomuko, H Tarmiji, di Mukomuko, Selasa. 
Tarmiji yang juga anggota DPRD setempat menyatakan tidak ingin dengan memberikan komentar terkait permasalahan yang dihadapi partai itu, membuat posisinya di partai semakin terpojok. 
"Kalau soal permasalahan di pusat sebaiknya kami tidak berkomentar ketimbang melanggar kode etik dan akhirnya ada sanksi pemberhentian antar waktu (PAW)," katanya. 
Kecuali, kata dia, komentar tentang kondisi PKS di daerah itu dengan adanya permasalahan partai itu di tingkat pusat. 
Menurut dia, kader PKS di daerah itu tidak terpengaruh dengan permasalahan pengurus partai itu di pusat. 
"Tidak ada pengaruh dengan kader PKS di Mukomuko, urusan pusat silakan pusat yang mengurus," ungkapnya. 
Dalam rapat koordinasi belum lama ini lanjutnya, kader PKS terutama mereka yang jadi calon legislatif tetap pada posisi awalnya sebagai kader partai itu. 
Begitu juga kata dia, dengan simpatisan partai itu yang tersebar di tiga daerah pemilihan, tidak terpengaruh dengan persoalan tersebut. Kader dan simpatisan tidak mau tahu urusan di pusat. 
"Efeknya terlalu kecil sehingga tidak begitu berpengaruh dengan suara PKS di Mukomuko," katanya optimis. 
Selain itu, kata dia, warga setempat juga tidak begitu terpengaruh dengan persoalan itu karena kader PKS masih dipercaya untuk mengisi beberapa kegiatan keagamaan saat bulan Ramaghan. 
"Ini tandanya jika warga setempat itu masih percaya dengan keberadaan PKS di Mukomuko," ungkapnya menambahkan. 
Termasuk juga, tambahnya, sebuah stasiun radio juga mengajak PKS untuk mengisi acara saat bulan Ramadhan. 
Terkait permasalahan hukum yang dihadapi kader PKS di pusat, menurut dia, ibarat sebuah pohon besar yang tumbuh subur, semakin tinggi pohon tersebut maka semakin kencang anginnya. 
Namun, ia menyatakan, tidak ingin terlalu jauh berkomentar terkait permasalahan yang melanda kader partai itu di pusat.(rr)


AS Selidiki Wartawan Times Terkait Stuxnet

AS Selidiki Wartawan Times Terkait Stuxnet  
wacanakerja.blogspot.com
 TEMPO.CO, Washington - Departemen Kehakiman Amerika Serikat tak hanya menyelidiki wartawan Associates Press (AP) dan Fox News terkait isu keamanan nasional, yang sempat menghebohkan Washington beberapa pekan ini. New York Times melaporkan bahwa Departemen Kehakiman juga menyelidiki reporter Times, David Sanger, karena tulisannya tentang virus Stuxnet tahun lalu.
Departemen Kehakiman menarik semua email dan catatan telepon catatan pejabat pemerintah yang berkomunikasi dengan Sanger. Penyebabnya adalah tulisan dia Musim panas lalu soal Amerika yang mengembangkan virus Stuxnet dan menggunakannya untuk menyerang Iran. Fakta ini membuat Amerika sebagai negara pertama yang melakukan serangan cyber berkelanjutan dengan maksud menghancurkan infrastruktur negara lain. 
Ethan Bronner, Charlie Savage dan Scott Shane dari Times melaporkan bahwa Biro Penyelidik Federal (FBI) meminta setiap telepon dan email log dari pegawai Gedung Putih, Departemen Pertahanan dan "badan-badan intelijen" lain yang menunjukkan setiap kontak pegawainya dengan Sanger. Belum kelihatan apakah mereka sampai mengambil catatan telepon Sanger atau emailnya, seperti yang dilakukan terhadap wartawan AP dan reporter James Rosen dari Fox News. 
Laporan Times tidak memberikan gambaran yang sangat rinci tentang seberapa jauh Departemen Kehakiman melakukan penyelidikan terhadap Sanger. Yang pasti, sebagai hasil dari pengawasan yang intensif itu, Times mengatakan, beberapa sumber mereka di pemerintahan Obama kini mulai bungkam.
Times melaporkan, beberapa pejabat pemerintah sekarang juga menolak untuk menerima telepon dari wartawan tertentu, khawatir bahwa kontak apapun dapat menyebabkan adanya penyelidikan. Beberapa orang lainnya mengeluh karena dijemput dari kantor mereka untuk menghadapi pertanyaan. Pejabat pemerintah biasanya harus membayar pengacara sendiri saat menghadapi proses hukum, tidak seperti wartawan di organisasi berita besar yang biasanya dibantu untuk mendapatkan penasihat hukum.
Sanger sebelumnya mengatakan, Gedung Putih tidak memprotes berita yang ditulisnya. Penyelidikan soal kebocoran informasi soal Stuxnet diumumkan dihari yang sama dengan penyelidikan terhadap wartawan AP.
Theatlanticwire.com | Abdul Manan


translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF